Kab. Cirebon (KEMENAG)
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Cirebon menggelar Rapat Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang diikuti 46 tenaga pendidik dan 13 tenaga kependidikan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Rapat dipimpin oleh Kepala MAN 4 Cirebon, Uswatun Hasanah, serta dihadiri seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Selain menetapkan pembagian tugas mengajar, kegiatan juga menjadi forum konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi menjelang dimulainya proses pembelajaran semester ganjil.
Dalam sambutannya, Uswatun Hasanah menegaskan bahwa pembagian tugas bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dari manajemen madrasah yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran selama satu semester ke depan.
Menurutnya, setiap guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu.
"Pembagian tugas ini merupakan fondasi awal untuk membangun pembelajaran yang berkualitas. Saya berharap setiap guru dan tenaga kependidikan melaksanakan amanah ini dengan penuh integritas, profesionalisme, semangat melayani, serta menjadikan kolaborasi sebagai budaya kerja. Ketika seluruh unsur madrasah bergerak bersama, pelayanan pendidikan kepada peserta didik akan semakin optimal," ujar Uswatun Hasanah.
Pembagian tugas mengajar disusun berdasarkan mata pelajaran, rombongan belajar, beban kerja guru, kompetensi, sertifikasi, serta kebutuhan madrasah. Selain itu, rapat juga menetapkan berbagai tugas tambahan, di antaranya wakil kepala madrasah, wali kelas, pembina ekstrakurikuler, koordinator program, tim pengembang madrasah, pengelola laboratorium, perpustakaan, operator, hingga unit layanan administrasi.
Kepala Madrasah juga mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh pendidik dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan. Penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, pembelajaran yang mendalam atau deep learining, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan karakter, literasi, dan numerasi menjadi bagian yang harus terus dikembangkan dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pembagian tugas yang jelas akan memberikan kepastian bagi setiap guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, merancang strategi pembelajaran yang inovatif, serta melaksanakan evaluasi secara berkelanjutan guna meningkatkan capaian belajar peserta didik.
Salah seorang perwakilan Guru, Jarkoni, menyampaikan bahwa rapat pembagian tugas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpendidik dan tenaga kependidikan dalam menyukseskan program madrasah.
"Kami menyambut baik pembagian tugas ini sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik dan semangat kolaborasi, kami optimistis dapat memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik serta mendukung seluruh program pengembangan madrasah," ungkapnya.
Melalui rapat ini, MAN 4 Cirebon meneguhkan komitmennya untuk membangun tata kelola madrasah yang efektif, transparan, dan akuntabel. Sinergi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembelajaran yang berkualitas serta mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan sejalan dengan visi Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.
Kontributor: Ahmad Jafar, Alpia Atorid